Jumat, 27 Januari 2012

Cara Instal file Actions Photoshop CS3

Mungkin sebagian dari para pembaca belum memahami atau belum mengetahui tempat (atau folder) untuk menginstal file Actions Photoshop CS3 yang di-download dari U-Sublime Photography. Berikut ini saya sertakan sebuah file batch yang bermanfaat untuk membuka folder Actions Photoshop CS3 tanpa bersusah payah mengklik windows explorer. Cukup double click saja...

Yang dimaksud dengan file Actions adalah salah satu presets Photoshop yang berguna untuk editing tanpa susah payah, bahkan bisa digunakan oleh pemula sekalipun. File action yang ada di U-Sublime Photography semuanya adalah buatan saya sendiri. Semuanya bisa di-download dengan gratis via 4shared (terima kasih 4shared).


Setelah mendownload file tersebut. Double click, atau klik kanan dan pilih Run as Administrator. Filenya tidak mengandung virus lho? Perintah yang ada dalam file itu juga mudah diikuti, karena ada keterangan dalam bahasa Indonesia di dalamnya... tampilannya seperti ini:

Tampilan Actions Folder Explorer

Action Photoshop Maximum-Black

Kali ini saya akan berbagi Action Photoshop CS3 yang saya beri nama Maximum-Black, walaupun hasilnya agak kehijau-hijauan... tapi percayalah, warnanya unik dan agak sulit mengatakan bahwa ada warna hijau disana... ini dia contoh fotonya.

Sebelum menggunakan Maximum-Black

Sesudah menggunakan Maximum-Black

Membuat foto klasik

Foto klasik, atau foto tua, sebenarnya indah. Kali ini saya akan berbagi file action pfhotoshop cs3 yang saya buat dan beri nama Old-Photo. Tanpa banyak komentar lagi, inilah contoh foto yang sebelum menggunakan Old-Photo dan sesudah.

Sebelum Menggunakan Old-Photo

Sesudah Menggunakan Old-Photo

Latihan Fokus Objek dengan Manual Focus

Hai...
Kembali lagi bersama U-Sublime Photography. Kali ini saya ingin mengajarkan kepada anda, yang khususnya pemula, bagaimana menjepret objek dengan Manual Focus. Jika anda menggunakan Auto Focus, mungkin anda tidak perlu membaca blog ini. Tapi percayalah, Auto Focus membuat anda tampak tidak profesional, dan anda tidak akan pernah menjadi profesional. Selain itu, keseringan menggunakan Auto Focus juga bisa mengakibatkan rusaknya komponen lensa (mis. Motor atau rotary). Jadi, mulai sekarang, perbiasakanlah untuk menggunakan Manual Fokus. Oke?


Menjepret objek mandiri sangatlah mudah. Karena tinggal jepret saja. Tetapi jika kita menjepret objek yang berada bersama atau di tengah-tengah objek "benalu" yang lain, maka kita harus menguasai teknik pem-fokus-an. Yang dimaksud dengan fokus adalah "Ketika yang dimaksud menjadi jelas, dan yang tidak dimaksud menjadi kabur atau blur". Ini merupakan salah satu keunggulan kamera-kamera digital DLSR.

Sekarang kita mulai dengan foto fokus depan; objek yang dimaksud berada di depan. Bagian belakang adalah objek benalu yang harus dikaburkan. Selain itu, pengaburan ini mempercantik objek, atau mengarahkan perhatian (fokus) pelihat kepada objek dan tidak memperhatikan bagian lain; dalam hal ini adalah latar belakang.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah angka diafragma (f). Semakin angka diafragma rendah, maka semakin kabur latar belakangnya. Jika angka diafragmanya tinggi, maka semua objek yang ada di latar belakang akan menjadi jelas, alias tidak ada pengaburan.

Kedua, hendaknya  kenop putar di arahkan ke huruf M (ada M, P, S. dan A). Bagi anda pengguna Nikon anda sudah pasti memahami ini. Saya agak malas dan tidak punya waktu memasukkan gambar-gambar keterangan... sorry for that...

Setelah itu, perhatikanlah baik-baik bahwa lensa itu terdiri atas tiga bagian. Bagian paling depan adalah "cincin fokus", bagian tengah adalah "cincin zoom", dan bagian paling belakang itu ada switch auto-focus dan manual-focus". Nah.... anda geser switch tersebut ke MANUAL FOCUS (MF).

Kemudian, bidik objek yang ingin dijepret. Ada titik-titik fokus yang ada di jendela bidik. Titik hitam itu dikenakan ke objek. Kemudian putar cincin fokus, dan cincin zoomnya. Saya tidak bisa mengatakan bagaimana, karena itu sangat tergantung pada jarak dan keadaan objek saat anda menjepret. Sebaiknya anda perlahan, dan jika objeknya diam, sebaiknya menggunakan tripod. Kadang anda akan mendapatkan bagian depannya kabur (berarti fokus belakang), atau bagian belakangnya kabur (berarti fokus depan) seperti yang bisa dilihat berikut ini:

Fokus Belakang

Fokus Depan
Demikian, thanks yah?

Rabu, 25 Januari 2012

Image Smoother

Kali ini, saya ingin berbagi salah satu file Action Photoshop CS3 yang saya beri nama ImageSmoother. Melalui namanya, saya yakin anda bisa menebak fungsinya adalah untuk menghaluskan gambar, memberi cahay yang agak baik pada gambar yang gelap. Berikut ini adalah contoh foto sebelum dan sesudah menggunakan ImageSmoother:

Sebelum menggunakan ImageSmoother

Sesudah menggunakan ImageSmoother

Senin, 23 Januari 2012

Foto Model Nikon D3100 Lensa 18-55

Lensa 18-55
Saya berasumsi bahwa anda adalah pengguna Nikon D3100 dengan Lensa 18-55 (lensa standar). Banyak orang mengira bahwa untuk foto model orang harus memiliki lensa model (85mm) yang ukurannya lebih mini dari lensa standar 18-55. Ini keliru sebenarnya. Dengan lensa standar bawaan Nikon D3100 sebenarnya kita bisa menjepret seseorang dengan kualitas yang sama dengan menggunakan lensa model yang insya Allah harganya sudah mendekati 2 jutaan itu.

Pengalaman saya dengan 18-55 membuat saya memahami bahwa foto model itu sentralnya ada 4 hal:
  1. Latar belakang
  2. Pose model
  3. Pencahayaan, dan
  4. Jarak kamera dengan model (objek foto)
Lensa 88mm
Jika memungkinkan, mungkin sudut foto (point of view) juga perlu menjadi hal kelima. Nah, sekarang kita akan membahas secara singkat bagaimana foto model dengan lensa 18-55 yang disebut minimal itu.

Pertama, pilihlah latar dengan dua pertimbangan. Jika kelak fotonya akan diedit dengan menggunakan photoshop dan objek utamanya adalah model, maka sebaiknya latar belakang harus polos satu warna. Jarak antara model dan latar belakang sebaiknya sekitar 1,5 meter (lebih jauh kebih baik). Jika latarnya merupakan hal penting, maka blehlah anda memilih sendiri latarnya. Ingat, bahwa foto model itu fokusnya pada model, dan bukan pada latar (baik belakang maupun depan). Jika jarak latar itu terlalu dekat, maka fokusnya terbagi antara latar dan objek atau model. Hal-hal kecil yang berdekatan dengan objek seperti kursi, tiang, lemari, atau apa saja yang menjadi tempat sandaran model harus dipertimbangkan juga.

Kedua, model harus berpose cantik dan JANGAN PERNAH menyuruh model berpose searah dengan latar, karena akan terkesan seperti pas foto. Model harus berpose unik.

Ketiga, atur pencahayaan kamera dengan pertimbangkan pencahayaan alami yang ada. Jika menggunakan lampu buffer, maka sebaiknya ISO diturunkan. Jika menggunakan blitz ISO sebaiknya sekitar 200-300. Jika foto di terik matahari ISO sebaiknya turun juga. Jika cahayanya kurang maka ISO dinaikkan. Sebaiknya pilih mode Auto, namun Manual Focus.

Jarak kamera sebaiknya tidak bergantung pada zoom. Jangan terlalu jauh zoomnya. Sebaiknya jarak kamera ke model antara 2-3 meter saja. Mainkan rotator fokusnya hingga model menjadi jelas dan LATAR BELAKANG MENJADI BLUR. Jika foto diambil dari sudut samping, maka sebaiknya jarak kamera 1,5-2 meter. Jangan lupa untuk menggunakan tripod.

Anda siap? Jepret!!!!!

Anda bisa melihat hasilnya dan membandingkannya dengan lensa model yang mahal itu...

Tidak ada foto yang benar-benar natural... poles sedikit dengan photoshop, pasti fotonya jadi lebih cantik. Selamat mencoba....

Minggu, 22 Januari 2012

Black-White| Phtoshop CS3

Kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tutorial, mengenai bagaimana saya mengedit sebuah foto normal menjadi black-white dengan Photoshop CS3. Black-white yang saya maksudkan disini bukan sekedar bagaimana merubah warna, namun juga menambahkan nilai artistik dan estetis dari foto tersebut. Perhatikan dua foto di bawah ini:


Sebelum di Black-White
















Setelah di Black-White















Saya berasumsi bahwa anda sudah paham Photoshop CS3, setidaknya paham fungsi-fungsinya. Jika anda masih pemula, maka saya akan bersedih hati :(

Perhatikan step-step singkat di bawah ini:
  1. Buka Image yang akan diedit
  2. Duplikat imagenya (tekan kontrol+J)
  3. Image yang duplikat itu kemudian diblack-white dengan mengklik menu Image>Adjustment>Black-White.
  4. Kemudian atur Kurvanya di menu Image>Adjustment>Curves
  5. Setelah itu, duplikat lagi image yang sudah di-blackwhite dan di-curves itu
  6. Buat layer baru untuk latar belakangnya dan warnai dengan warna hitam
  7. Klik layer paling atas dan kemudian di-Blur (menu Fulter>Blur>Box Blur, dengan intensitas blur 8)
  8. Kemudian Merge layer-layer yang sudah di-Black White, Curve, sama Blur itu.
  9. Layer tersebut kemudian diCurves lagi sesuai keinginan.
  10. Terakhir, hapus latar belakangnya sampai bersih...

Pusing? coba nonton video tutorialnya yang saya buat ini:


Jumat, 20 Januari 2012

Editing Photo dengan Actions Photoshop U-Sublime

U-Sublime meluncurkan File Action Photoshop CS 3 dengan nama U-Sublime Curvex, U-Sublime CleanLighting, U-Sublime Artistic, dan U-Sublime Green. File-file ini dapat denga mudah digunakan, hanya saja para pengguna harus mempertimbangkan aspek pencahayaan atau terang-gelapnya sebuah foto yang akan diedit dengan menggunakan Action ini. Berikut ini adalah contoh-contoh foto yang diedit menggunakan file action photoshop tersebut:

Action Photoshop| U-Sublime PS3 Curvex

Sebelum menggunakan Curvex Sesudah menggunakan Curvex

Action Photoshop| U-Sublime PS3 Artistic


Sebelum menggunakan Artistic Sesudah menggunakan Artistic

Ini juga hasil dari Action PS3 Artistic

Sebelum menggunakan Artistic Sesudah menggunakan Artistic

Action Photoshop| U-Sublime CleanLighting

Sebelum menggunakan CleanLighting Sesudah menggunakan CleanLighting


Action Photoshop| U-Sublime

Sebelum menggunakan Green Sesudah menggunakan Green

Kamis, 19 Januari 2012

Sebuah Jepretan Nikon D3100 18-55



Kamera Nikon D3100, dengan Lensa standar 18-55 memang lumayan untuk pemula. Hanya memang settingan sebaiknya di auto saja, agar tidak kesulitan dalam fokus, pengaturan rana, atau diafragma. Ini adalah foto sampel dengan Nikon D3100 dengan lensa 18-55.


Nikon D3100; Starter-Speed 1/120
Diafragma 5.6. Tanpa Blitz.
Editing: Photoshop CS3, Duplex Color
by: U-Sublime Photography
Model: Dhiad Pangadi


Ini memang bukan jepretan alami, sempat diedit dengan menggunakan Photoshop CS3 dengan menggunakan Filter ColorEfex.Nantikan sampel foto selanjutnya dari U-Sublime Photography.